Baru sebulan menjabat sebagai ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC), Michael Selig langsung menggebrak dengan meluncurkan inisiatif “Future Proof”. Langkah ini ditujukan untuk memodernisasi pendekatan regulator dalam mengawasi aset digital dan pasar prediksi yang semakin marak.
Dalam kolomnya di The Washington Post, Selig menyatakan bahwa aturan yang dibuat puluhan tahun lalu untuk kontrak berjangka komoditas pertanian sudah tidak lagi sesuai dengan produk dan venue perdagangan baru, seperti kripto. “CFTC harus berupgrade,” tegasnya, dengan menerapkan apa yang ia sebut sebagai “dosis minimum regulasi yang efektif”.
Inisiatif ini muncul di tengah perdebatan legislasi di Kongres yang berpotensi memperluas kewenangan CFTC atas industri aset digital. Meski sempat terhambat, Selig menyambut tantangan itu. “Serahkan obornya kepada kami, dan kami akan memastikan pasar ini berkembang di dalam negeri dengan kerangka regulasi yang disesuaikan,” tulisnya.
Tak hanya kripto, “Future Proof” juga menjangkau pasar prediksi – yang meledak popularitasnya sejak siklus pemilu 2024, namun juga memantulkan kekhawatiran akan insider trading. Di bawah administrasi Trump, CFTC telah memberikan lampu hijau bagi sejumlah platform seperti Polymarket US dan Bitnomial untuk beroperasi.
Selig berargumen bahwa pasar prediksi memberi cara bagi peserta untuk lindungi risiko portofolio dan menguji kemampuan prediksi. Namun, mantan ketua CFTC Rostin Behnam mengingatkan agar kontrak terkait pemilu sebaiknya diawasi oleh negara bagian, bukan regulator federal.
Dengan lebih banyak perubahan kebijakan yang dijanjikan akan diumumkan dalam waktu dekat, langkah CFTC ini menjadi sinyal kuat: era pengawasan finansial yang lebih adaptif dan “siap masa depan” telah dimulai.
#CFTC #kripto #FutureProofInvesting #Regulasi #PasarPrediksi #AsetDigital
#fintech #BeritaBlockchain