Menurut Cointelegraph, Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA (MCCE) pada awalnya bekerja sama dengan Grup Inovasi Industri dan Venom Foundation untuk mengembangkan sistem kredit karbon. Teknologi Blockchain digunakan oleh organisasi dan negara untuk melacak kredit karbon. Karena data on-chain yang tidak dapat diubah, kredit ini dapat dijual atau diperdagangkan dengan aman dengan transparansi penuh kepada semua pemangku kepentingan. Hal ini memungkinkan organisasi pemerintah, seperti MCCE di UEA, untuk menjual atau memberikan kredit kepada dunia usaha. Pemegang kredit dapat membelanjakan kreditnya – yang memungkinkan mereka mengeluarkan karbon dalam jumlah tertentu selama jangka waktu tertentu – atau menjual dan memperdagangkannya ke organisasi lain yang ingin mengimbangi emisi mereka sendiri. Para pemimpin UEA baru-baru ini mengumumkan perubahan agenda negara mengenai perubahan iklim dan penyeimbangan karbon, dengan tujuan akhir menjadi netral karbon pada tahun 2050.