Lonjakan Harga ADA Bisa Mendorong Rasio Pemegang Kerugian Di Bawah 55%.
Cardano (ADA), jaringan blockchain proof-of-stake yang terkenal dengan kontrak cerdasnya, telah menentang prediksi baru-baru ini tentang penurunan peringkat 10 mata uang kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.
Secara mengejutkan, ADA malah menjadi yang berkinerja terbaik di antara koin-koin besar, mengalami lonjakan sebesar 7% dalam 24 jam terakhir. Tindakan harga ini telah memicu diskusi tentang potensi ADA untuk mengunjungi kembali masa kejayaannya di tahun 2021, ketika mencapai puncaknya di $3,10.
Kisah Dua Paus: Akumulasi Ritel Vs. Pengambilan Untung.
Kenaikan harga baru-baru ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama: peningkatan tekanan pembelian dan potensi “pertempuran paus” yang akan datang.
Data on-chain mengungkapkan bahwa investor ritel, yang disebut massa "whaley", telah mengakumulasi ADA secara agresif, khususnya antara $0,48 dan $0,50. Kelompok pembeli yang besar ini dapat bertindak sebagai sistem pendukung jika harga mencapai level tersebut.
Namun, tersembunyi di balik sentimen bullish merupakan sebuah hambatan potensial. Data menunjukkan bahwa hanya 40% pemegang ADA saat ini yang mendapat untung.
Kenaikan harga menjadi $0,49 bisa menjadi sangat signifikan, karena dapat mendorong rasio pemegang saham yang merugi di bawah 55%. Tonggak sejarah ini dapat memicu lebih jauh lagi
tekanan beli karena semakin banyak investor melihat peluang untuk beralih ke wilayah keuntungan.
Paus Kembali? Tentang Volume Dan Siklus Pasar.
Reli harga Cardano juga dipicu oleh peningkatan volume perdagangan yang signifikan, mencapai level tertinggi mingguan sebesar $461 juta menurut Santiment. Lonjakan aktivitas ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap ADA, yang dapat mendorong harga semakin naik.
Namun apakah momentum ini dapat dipertahankan? Jawabannya mungkin terletak pada “paus asli”, yaitu investor besar yang memegang sebagian besar mata uang kripto.
Menariknya, distribusi ADA saat ini memiliki kesamaan dengan kondisi pasar pada tahun 2021, ketika harganya mencapai $3. Saat itu, ikan paus menguasai sekitar 6% dari total pasokan. Saat ini, angka tersebut mencapai hampir 7%, menunjukkan potensi kembalinya pemain-pemain besar ini.

