2013: Bitcoin mengawali tahun 2013 dengan harga $13,30 dan dengan cepat naik ke level tertinggi $260 pada bulan April, sebelum anjlok ke $45 pada bulan Juli. Kemudian, harga Bitcoin melambung ke $125 pada bulan November, mengakhiri tahun di kisaran $800. Meskipun mengalami volatilitas, kinerja Bitcoin secara keseluruhan pada tahun 2013 sangat mengesankan, dengan kenaikan lebih dari 5.900%.

2014: 2014 merupakan tahun yang berat bagi Bitcoin, dengan harga yang anjlok dari sekitar $800 di awal tahun menjadi $320 di akhir tahun. Tahun tersebut ditandai oleh beberapa insiden peretasan yang menjadi sorotan publik, serta runtuhnya bursa Mt. Gox, yang menangani sebagian besar transaksi Bitcoin saat itu. Berita negatif seputar Bitcoin menyebabkan kurangnya kepercayaan terhadap mata uang kripto tersebut, dan akibatnya harganya anjlok.

2015: Bitcoin mengawali tahun 2015 pada kisaran $320 dan mengakhiri tahun pada kisaran $430. Meskipun harganya relatif stabil sepanjang tahun, Bitcoin mengalami kemajuan di bidang lain. Jumlah transaksi Bitcoin meningkat, dan teknologi di baliknya terus meningkat. Ada juga peningkatan adopsi Bitcoin di wilayah tertentu, seperti Venezuela dan Zimbabwe, di mana hiperinflasi mendorong orang beralih ke mata uang alternatif.

2016: Bitcoin mengawali tahun 2016 pada kisaran $430 dan mengakhiri tahun pada kisaran $960, menandai kenaikan signifikan lebih dari 120%. Tahun tersebut ditandai oleh beberapa peristiwa penting, seperti pengurangan separuh imbalan blok Bitcoin pada bulan Juli, yang mengurangi jumlah Bitcoin baru yang dibuat, dan pemungutan suara Brexit pada bulan Juni, yang menyebabkan peningkatan permintaan Bitcoin sebagai aset safe haven.

2017: 2017 merupakan tahun gemilang bagi Bitcoin, dengan harga mulai sekitar $1.000 dan berakhir pada sekitar $20.000. Ini merupakan kenaikan luar biasa lebih dari 1.900%. Tahun ini ditandai dengan meningkatnya adopsi Bitcoin secara umum, dengan beberapa perusahaan besar menerimanya sebagai bentuk pembayaran. Namun, tahun ini juga diwarnai oleh banyak spekulasi dan sensasi, dengan beberapa orang menyebut Bitcoin sebagai gelembung.

2018: Gelembung itu pecah pada tahun 2018, dengan harga Bitcoin turun dari sekitar $20.000 di awal tahun menjadi sekitar $3.200 di akhir tahun. Tahun itu ditandai oleh sentimen pesimis secara umum di pasar mata uang kripto, serta peningkatan pengawasan regulasi. Banyak orang menganggap Bitcoin sebagai eksperimen yang gagal, tetapi para pendukungnya tetap optimis.

2019: Bitcoin mengawali tahun 2019 pada kisaran $3.800 dan mengakhiri tahun pada kisaran $7.200, menandai kenaikan lebih dari 90%. Meskipun harganya relatif stabil sepanjang tahun, ada beberapa perkembangan positif untuk Bitcoin. Jumlah ATM Bitcoin terus bertambah, dan ada peningkatan adopsi Bitcoin oleh investor institusional. Ada juga peningkatan minat terhadap Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

2020: Bitcoin mengawali tahun 2020 pada kisaran $7.200 dan mengakhiri tahun pada kisaran $29.000, menandai kenaikan lebih dari 300%. Tahun tersebut ditandai oleh beberapa peristiwa penting, seperti pengurangan Bitcoin pada bulan Mei, yang mengurangi jumlah Bitcoin baru yang dibuat dan meningkatkan kelangkaan. Pandemi COVID-19 juga menyebabkan peningkatan minat terhadap Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi, dan munculnya keuangan terdesentralisasi (DeFi) menyebabkan peningkatan penggunaan Bitcoin dalam peminjaman dan peminjaman.

2021: Bitcoin mengawali tahun 2021 dengan harga sekitar $29.000 dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas $64.000 pada bulan April, sebelum mengalami koreksi signifikan pada bulan Mei. Tahun tersebut ditandai dengan meningkatnya adopsi Bitcoin oleh lembaga, dengan beberapa perusahaan besar, seperti Tesla dan Square, menambahkan Bitcoin ke neraca mereka. Tahun tersebut juga menyaksikan peningkatan pengawasan regulasi, dengan beberapa negara, seperti Tiongkok, menindak penambangan dan perdagangan Bitcoin.

2022: Bitcoin mengawali tahun 2022 pada kisaran $46.000 dan mengalami volatilitas yang signifikan sepanjang tahun. Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam ketika gagal melampaui level $48.189. Alasan utama di balik ini adalah kebijakan moneter Fed. Pada tahun 2022, Bitcoin menguji level terendah $15.476.

Tabel 1: Pergerakan Harga Bitcoin Berdasarkan Tahun (2013-2022)