Aplikasi pembayaran dan jasa keuangan Filipina, Maya, sedang mempertimbangkan untuk mengumpulkan $150 juta dengan valuasi mendekati $2 miliar, Bloomberg melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Pembiayaannya bisa untuk IPO yang akan dilakukan beberapa tahun ke depan. Maya telah menarik minat awal dari calon investor, termasuk investor yang sudah ada serta lembaga keuangan dan dana lainnya yang ingin memasuki Asia Tenggara, kata orang yang mengetahui masalah tersebut. Maya sebelumnya dikenal sebagai Voyager Innovations, cabang digital dari PLDT, perusahaan telekomunikasi terbesar di negara Asia Tenggara berdasarkan kapitalisasi pasar. Dilaporkan pada bulan April tahun lalu bahwa aplikasi jasa keuangan Voyager menyelesaikan pembiayaan sebesar US$210 juta dengan valuasi US$1,4 miliar, dengan partisipasi dari Tencent dan lainnya.

Menurut laporan, Maya adalah aplikasi uang lengkap yang menyediakan layanan perbankan dan pembayaran termasuk dompet elektronik, tabungan, kredit, dan mata uang kripto melalui cabang PayMaya Filipina dan Bank Maya. Maya Bank menerima lisensi perbankan digitalnya pada tahun 2021 dan diluncurkan pada tahun berikutnya.