Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah memenangkan kasus besar melawan TerraForm Labs (Terra) dan pendirinya, Do Kwon.
Perintah pengadilan kemarin menyatakan bahwa Hakim Jed Rakoff memutuskan Terra dan Do Kwon bersalah karena melanggar hukum federal. Mereka dituduh menjual dua sekuritas, TerraUSD (UST) dan LUNA, tanpa registrasi yang benar.
Tuduhan SEC Terhadap Terra Setelah Runtuhnya Ekosistem
Sebagai dampak dari kehancuran ekosistem Terra yang drastis, yang mengakibatkan kerugian lebih dari $40 miliar pada tahun lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengajukan gugatan pada bulan Februari 2023. SEC menyatakan bahwa Terra terlibat dalam penawaran dan penjualan empat perusahaan aset kripto, mengkategorikannya sebagai sekuritas yang tidak terdaftar.
Selain itu, SEC menuduh Terra melakukan transaksi swap berbasis keamanan melalui Mirror Protocol. Protokol ini memfasilitasi pembuatan mAssets, yaitu aset berbasis blockchain yang mencerminkan aset dunia nyata menggunakan harga pertukaran on-chain.
Pada tingkat yang lebih serius, komisi tersebut telah mengajukan tuntutan penipuan terhadap Terra dan pendirinya. SEC menuduh bahwa keduanya terlibat dalam mengatur skema penipuan, yang semakin memperumit tantangan hukum yang dihadapi oleh perusahaan blockchain yang terkepung.
Aturan Hakim tentang Kasus SEC Melawan Terra: Putusan Campuran dan Persidangan Di Depan
Dalam ringkasan keputusan komprehensif setebal 71 halaman yang dirilis baru-baru ini, Hakim Rakoff memihak Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengenai status LUNA dan UST sebagai sekuritas yang tidak terdaftar. Hakim menunjuk pada pernyataan sebelumnya dari pendiri Terra, Do Kwon, di mana dia mendesak investor LUNA untuk “duduk santai dan melihatnya menendang **,” yang menunjukkan perusahaan bersama untuk mendapatkan keuntungan berdasarkan upaya Terra.
Meskipun keputusan ini merupakan kemenangan sebagian bagi para tergugat, karena hakim menolak klaim SEC atas penawaran dan penjualan swap berbasis keamanan secara ilegal, keputusan ini bukanlah kemenangan penuh. Hakim juga menolak ringkasan putusan atas klaim penipuan, dan menjadwalkan persidangan juri atas tuduhan penipuan bulan depan.
Hakim Rakoff membuat keputusan tambahan, menolak untuk mengecualikan kesaksian dari pakar SEC Dr. Matthew Edman dan Dr. Bruce Mizrach, serta pakar Terra Dr. Terrence Hendershott. Pengadilan berencana untuk memberikan upaya hukum setelah sidang mendatang.
Pasca keputusan tersebut, juru bicara Terra menyatakan ketidaksetujuannya dengan putusan tersebut, dan menekankan komitmen perusahaan untuk melakukan pembelaan terhadap klaim penipuan SEC di persidangan. Namun, juru bicara tersebut tidak mengklarifikasi apakah perusahaan bermaksud mengajukan banding atas aspek lain dari keputusan ringkasan keputusan tersebut.
Dampak Keputusan Terra pada Strategi Penegakan Kripto SEC
Keputusan baru-baru ini terhadap Terra memiliki potensi implikasi terhadap upaya penegakan hukum industri kripto SEC. Situasi ini sejalan dengan kemunduran SEC pada bulan Juli terhadap Ripple, di mana XRP dianggap bukan sekuritas oleh hakim federal New York.
Meskipun Terra berupaya memanfaatkan keputusan Ripple dalam pembelaannya, Hakim Rakoff menolak argumen ini, sehingga memicu spekulasi di kalangan pakar hukum. Banyak yang mengantisipasi keputusan ringkasan yang menguntungkan SEC, yang menandakan agenda penegakan peraturan regulator.
Ironisnya, keputusan pengadilan sekarang memberi SEC alat untuk memajukan inisiatif peraturannya di bidang kripto. Menuduh Terra dengan menawarkan sekuritas yang tidak terdaftar, SEC telah mengklasifikasikan aset kripto lainnya seperti ADA dan SOL sebagai sekuritas.
Putusan ini dapat membuka jalan bagi SEC untuk memberi label token tambahan sebagai sekuritas di masa depan, mengutip keputusan Terra untuk memperkuat posisinya dalam tindakan regulasi yang sedang berlangsung.
⚠️Penafian
Konten ini bertujuan untuk memperkaya pembaca dengan informasi. Selalu lakukan penelitian independen dan gunakan dana diskresi sebelum berinvestasi. Segala aktivitas pembelian, penjualan, dan investasi aset kripto menjadi tanggung jawab pembaca.
