الصفحة الرئيسية
إشعار
الملف الشخصي
المقالات الرائجة
الأخبار
تمّ الإعجاب ووضع إشارة مرجعية
مركز صانع المحتوى
الإعدادات
伊扎尔16
--
مُتابعة
新年快乐
智能 策略库
--
新年快乐,有点干
#比特币战略储备 $BNB
إخلاء المسؤولية: تتضمن آراء أطراف خارجية. ليست نصيحةً مالية. يُمكن أن تحتوي على مُحتوى مُمول.
اطلع على الشروط والأحكام.
9
0
الردود
0
استكشف أحدث أخبار العملات الرقمية
⚡️ كُن جزءًا من أحدث النقاشات في مجال العملات الرقمية
💬 تفاعل مع صنّاع المُحتوى المُفضّلين لديك
👍 استمتع بالمحتوى الذي يثير اهتمامك
البريد الإلكتروني / رقم الهاتف
إنشاء حساب
تسجيل الدخول
صانع مُحتوى ذو صلة
伊扎尔16
@Izhar_1606
مُتابعة
استكشف المزيد من صناع المُحتوى
$BTC Berikut adalah perkembangan terbaru mengenai Bitcoin (BTC) per 4 April 2025: Pergerakan Harga: Harga Bitcoin saat ini berada di $84.483 USD, mengalami kenaikan sebesar $820 (0,98%) dari penutupan sebelumnya. Berita Terkini: Investor Tarik Dana dari ETF Bitcoin dan Ethereum: Investor menarik dana sebesar $222 juta dari ETF Bitcoin dan Ethereum menjelang keputusan suku bunga oleh The Fed. Harga Bitcoin Menguat: Nilai Bitcoin meningkat positif seiring dengan penetapan suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh Federal Reserve (The Fed). Perlu diingat bahwa pasar kripto sangat volatil. Selalu lakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
--
Apa Itu Crypto Tariff Drop?
--
$BTC Saat ini, harga Bitcoin (BTC) berada di sekitar Rp1.419.860.151,28 IDR, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar Rp476.494.566.538.150,50 IDR. Dalam analisis teknikal, Bitcoin mendekati sinyal "death cross", yaitu ketika rata-rata pergerakan 50 hari melintas di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Sinyal ini sering dianggap sebagai indikasi potensi penurunan harga lebih lanjut. Namun, penting untuk dicatat bahwa tidak setiap "death cross" selalu diikuti oleh penurunan signifikan. Beberapa analis memperkirakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk mencapai harga $150.000 pada tahun 2025, didorong oleh meningkatnya partisipasi investor profesional dan perkembangan regulasi yang lebih mendukung. Perlu diingat bahwa pasar mata uang kripto sangat volatil, dan harga dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk terus memantau perkembangan pasar dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi.
--
#TrumpTariffs Kebijakan tarif yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada tahun 2025 telah memicu berbagai reaksi dan analisis mengenai dampaknya terhadap ekonomi global dan domestik. Tarif ini mencakup kenaikan tarif sebesar 25% pada mobil dan suku cadang impor, serta tarif tambahan pada barang dari negara-negara seperti China, Kanada, dan Meksiko. Dampak terhadap Ekonomi Amerika Serikat Peningkatan tarif ini diperkirakan akan menaikkan tingkat tarif rata-rata AS menjadi sekitar 22%, level yang belum pernah terjadi sejak tahun 1910. Akibatnya, harga konsumen diperkirakan akan meningkat, dengan estimasi kenaikan sekitar $1.350 per rumah tangga per tahun dan peningkatan tingkat harga keseluruhan sekitar 2,5%. Hal ini berpotensi mengurangi pendapatan disposabel, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan mempengaruhi penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025. Potensi Stagflasi Beberapa ekonom memperingatkan risiko stagflasi, yaitu kombinasi antara inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Situasi ini menimbulkan tantangan kebijakan yang signifikan, karena inflasi yang tinggi membatasi kemampuan untuk menurunkan suku bunga guna merangsang pertumbuhan. Reaksi Pasar dan Dampak Global Pasar keuangan telah menunjukkan volatilitas sebagai respons terhadap pengumuman tarif ini. Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 8,4%, dan proyeksi menunjukkan pertumbuhan PDB yang lebih lambat (1%) serta tingkat pengangguran yang lebih tinggi (4,5%) pada tahun 2025. Selain itu, negara-negara mitra dagang utama seperti Kanada dan Meksiko menghadapi risiko resesi dan kehilangan lapangan kerja yang signifikan akibat ketergantungan mereka pada perdagangan dengan AS. Kesimpulan Kebijakan tarif yang diterapkan bertujuan untuk mendorong produksi domestik dan mengurangi defisit perdagangan. Namun, banyak analis dan ekonom khawatir bahwa pendekatan ini dapat menyebabkan gangguan ekonomi yang signifikan, baik secara domestik maupun internasional, dengan potensi dampak jangka panjang yang merugikan bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar global.
--
#TrumpTariffs Kebijakan tarif yang baru-baru ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump pada tahun 2025 telah memicu berbagai reaksi dan analisis mengenai dampaknya terhadap ekonomi global dan domestik. Tarif ini mencakup kenaikan tarif sebesar 25% pada mobil dan suku cadang impor, serta tarif tambahan pada barang dari negara-negara seperti China, Kanada, dan Meksiko. Dampak terhadap Ekonomi Amerika Serikat Peningkatan tarif ini diperkirakan akan menaikkan tingkat tarif rata-rata AS menjadi sekitar 22%, level yang belum pernah terjadi sejak tahun 1910. Akibatnya, harga konsumen diperkirakan akan meningkat, dengan estimasi kenaikan sekitar $1.350 per rumah tangga per tahun dan peningkatan tingkat harga keseluruhan sekitar 2,5%. Hal ini berpotensi mengurangi pendapatan disposabel, memperlambat pertumbuhan ekonomi, dan mempengaruhi penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025. Potensi Stagflasi Beberapa ekonom memperingatkan risiko stagflasi, yaitu kombinasi antara inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Situasi ini menimbulkan tantangan kebijakan yang signifikan, karena inflasi yang tinggi membatasi kemampuan untuk menurunkan suku bunga guna merangsang pertumbuhan. Reaksi Pasar dan Dampak Global Pasar keuangan telah menunjukkan volatilitas sebagai respons terhadap pengumuman tarif ini. Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 8,4%, dan proyeksi menunjukkan pertumbuhan PDB yang lebih lambat (1%) serta tingkat pengangguran yang lebih tinggi (4,5%) pada tahun 2025. Selain itu, negara-negara mitra dagang utama seperti Kanada dan Meksiko menghadapi risiko resesi dan kehilangan lapangan kerja yang signifikan akibat ketergantungan mereka pada perdagangan dengan AS. Kesimpulan Kebijakan tarif yang diterapkan bertujuan untuk mendorong produksi domestik dan mengurangi defisit perdagangan. Namun, banyak analis dan ekonom khawatir bahwa pendekatan ini dapat menyebabkan gangguan ekonomi yang signifikan, baik secara domestik maupun internasional, dengan potensi dampak jangka panjang yang merugikan bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar global.
--
آخر الأخبار
Berkshire Hathaway Denies Social Media Rumors About Warren Buffett
--
USDC Circulation Increases by 500 Million in Recent Week
--
Arthur Hayes Predicts Shift in Global Reserve Assets
--
Top Trader Eugene Ng Ah Sio Reduces Bitcoin Holdings Amid Market Stagnation
--
Arthur Hayes Predicts Market Challenges for New Generation of Investors
--
عرض المزيد
خريطة الموقع
تفضيلات ملفات تعريف الارتباط
شروط وأحكام المنصّة